Harga Emas Dunia Bergejolak, Investor Menanti Keputusan Suku Bunga AS

Batangan emas sebagai ilustrasi pergerakan harga emas dunia menjelang keputusan suku bunga Federal Reserve.
Harga emas dunia berfluktuasi di tengah kekhawatiran inflasi, kenaikan harga minyak, dan penantian keputusan suku bunga AS. (Foto: Istimewa)

Nikos Tzabouras, analis pasar keuangan independen, mengatakan data inflasi yang lebih rendah dari perkiraan serta sikap The Fed yang tidak terlalu ketat dapat membuka ruang bagi penguatan emas.

Pasar menunggu keputusan The Fed

The Fed dijadwalkan mengumumkan keputusan kebijakan moneternya pada Rabu pukul 18.00 GMT, atau Kamis dini hari waktu Indonesia Barat.

Pelaku pasar secara luas memperkirakan bank sentral AS akan mempertahankan suku bunga acuannya pada pertemuan kali ini. Namun, perhatian investor tertuju pada pernyataan resmi bank sentral untuk mencari petunjuk mengenai kemungkinan perubahan suku bunga pada pertemuan selanjutnya.

Berdasarkan data CME FedWatch yang dikutip Reuters, pelaku pasar memperhitungkan peluang sekitar 83 persen bagi kenaikan suku bunga pada Desember 2026. Angka tersebut merupakan perkiraan berbasis harga pasar, bukan keputusan resmi The Fed.

Selain keputusan suku bunga, investor juga menunggu data indeks harga pengeluaran konsumsi personal atau Personal Consumption Expenditures (PCE) AS yang dijadwalkan terbit pada Kamis (29/10/2026).

PCE menjadi salah satu indikator inflasi yang diperhatikan The Fed dalam menjalankan mandat stabilitas harga. Data tersebut dapat memengaruhi ekspektasi pasar mengenai seberapa lama suku bunga akan dipertahankan pada tingkat tinggi.

Harga emas Antam naik Rp20.000 per gram

Di pasar domestik, harga emas batangan PT Aneka Tambang Tbk (Antam) justru naik pada Rabu (28/10/2026).

Berdasarkan data harga yang dipublikasikan Logam Mulia dan diberitakan sejumlah media, harga emas Antam ukuran 1 gram naik Rp20.000 menjadi Rp2.570.000. Pada perdagangan Selasa (27/10/2026), harga emas tersebut berada di level Rp2.550.000 per gram.

Harga pembelian kembali atau buyback juga dilaporkan naik menjadi sekitar Rp2.365.000 per gram. Harga jual dan buyback dapat berubah mengikuti pembaruan resmi Antam serta ketentuan transaksi yang berlaku.

Kenaikan harga emas Antam di tengah pergerakan emas dunia yang fluktuatif memperlihatkan bahwa harga domestik tidak hanya dipengaruhi harga internasional. Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS, biaya distribusi, serta kebijakan harga produsen turut memengaruhi harga emas batangan di Indonesia.