TEGAL – Mengawali minggu pertama bekerja setelah libur panjang lebaran, PLN UP3 Tegal adakan Apel Inspeksi Keselamatan Kesehatan Kerja dan Lingkungan (K3L).
Hal ini dilakukan sebagai upaya preventif untuk selalu siaga dan patuh terhadap aspek keselamatan kerja terutama setelah libur panjang lebaran.
Apel diadakan di halaman kantor PLN UP3 Tegal secara hybrid dengan Pembina Apel General manager PLN UID Jateng dan D.I. Yogyakarta.
Setelah libur panjang lebaran kondisi kantor dan personil harus selalu siap sebagai upaya untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.
Ketika libur kantor dalam keadaan kosong meskipun demikian potensi bahaya tetap harus dipetakan, kondisi peralatan kerja seperti komputer, AC, mesin pendingin dan pemanas serta alat elektronik lainnya harus diamankan untuk mencegah korsleting listrik yang menyebabkan kebakaran.
Tidak hanya peralatan, aspek personil atau manusia juga mengambil peranan sangat besar terutama setelah lebaran untuk bisa dipastikan dalam kondisi sehat dan selamat serta memiliki motivasi kerja yang kembali tinggi.
“Alhamdulilah hari pertama masuk kerja seluruh pegawai bisa masuk semua tanpa terkecuali. Hal ini bukan karena adanya edaran dari atasan tetapi ada kesadaran penuh dari seluruh karyawan untuk kembali beraktifitas melayani masyarakat dibidang ketenagalistrikan, seluruh pegawai dalam kondisi sehat semua,” kata Manager PLN UP3 Tegal, Maryudin Saleh.
Pasca Lebaran, PLN Tegal Gelar Apel Inspeksi K3L

Baca Juga
Rekomendasi untuk kamu

Puluhan wali murid SDN Brebes 01 kompak mengenakan baju hitam saat mendatangi Dindikpora Brebes. Mereka mempersoalkan lokasi relokasi sekolah yang disiapkan untuk perluasan RSUD Brebes.

BREBES – Perbaikan Jembatan Sitanggal di Kecamatan Larangan, Kabupaten Brebes, ditargetkan rampung sebelum perayaan Natal…

Menko PM Muhaimin Iskandar meminta Brebes mendapat perhatian khusus karena menjadi kabupaten dengan tingkat kemiskinan tertinggi di Jawa Tengah. Gubernur, bupati, BUMN, dan pesantren diminta bergerak cepat.

Bupati Brebes Paramitha Widya Kusuma melantik 97 pejabat menggunakan sistem manajemen talenta. Sekda Tabroni menegaskan promosi berdasarkan kompetensi, bukan like and dislike.








