Geger! Pengamat Ungkap Dugaan Alat Sadap Triliunan Rupiah di Rumah Jenderal, Dibeli Pakai Dana Judol dan Narkoba

Pengamat politik dan militer Selamat Ginting mengungkap dugaan pemindahan perangkat penyadapan milik negara.
Pengamat politik dan militer Universitas Nasional Selamat Ginting menyampaikan dugaan pemindahan perangkat penyadapan ke rumah sejumlah jenderal. (Foto: YouTube/ Forum Keadilan TV)

Selamat menafsirkan langkah tersebut sebagai upaya menghapus pengaruh Listyo Sigit di lingkungan kepolisian. Ia menyebutnya sebagai proses desigitisasi.

Ia bahkan meminta para perwira yang dinilai dekat dengan Listyo dan kini bertugas di kementerian maupun lembaga di luar Polri untuk mempertimbangkan mundur dari jabatan masing-masing.

Namun, penafsiran mengenai tujuan mutasi tersebut merupakan pandangan Selamat dan belum menjadi keterangan resmi mengenai alasan kebijakan rotasi.

Kasus dugaan penyadapan Presiden Prabowo kini tidak hanya menyangkut penggunaan teknologi intersepsi tanpa prosedur. Munculnya klaim mengenai pemindahan perangkat, nilai pengadaan, hingga dugaan sumber pendanaan ilegal memperluas pertanyaan publik.

Penyidik dituntut menelusuri siapa yang mengendalikan perangkat, bagaimana sistem tersebut dibiayai, serta apakah ada pihak lain yang terlibat. Tanpa pembuktian dan penjelasan resmi, berbagai klaim tersebut masih harus ditempatkan sebagai dugaan yang memerlukan verifikasi.