Kampung Nelayan Merah Putih Dibangun di Brebes, Nelayan Harap Harga Ikan Lebih Menguntungkan

Pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih di Desa Krakahan dan Pengaradan, Kecamatan Tanjung. Proyek tersebut diharapkan meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir.
Pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih di Desa Krakahan dan Pengaradan, Kecamatan Tanjung. Proyek tersebut diharapkan meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir. (Foto: Dok Pemkab Brebes)

“Mudah-mudahan semuanya bisa lancar. Kami berharap pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih ini bisa membawa perubahan dan manfaat bagi nelayan,” kata Tasmin.

Selain fasilitas baru, Tasmin meminta pemerintah menghidupkan kembali kongsi atau tempat pelelangan ikan yang selama ini tidak beroperasi.

Menurutnya, berhentinya aktivitas pelelangan tersebut turut membuat potensi perputaran ekonomi nelayan di kawasan itu belum berjalan maksimal.

“Kalau bisa, masalah kongsi itu difungsikan kembali. Selama ini sudah tidak berjalan dan tidak ada pemasukan dari kegiatan lelang,” ujarnya.

Nilai Proyek Krakahan dan Pengaradan Rp3,46 Miliar

Pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih di Desa Krakahan dilaksanakan CV Alkomber Karya dengan nilai kontrak Rp1.161.092.998. Sementara proyek di Desa Pengaradan memiliki nilai kontrak Rp2.300.767.437.

Dengan demikian, total nilai kontrak pembangunan di kedua desa tersebut mencapai Rp3.461.860.435 atau sekitar Rp3,46 miliar.

Pembangunan ini diharapkan menjadi titik awal pembenahan kawasan perikanan di wilayah pesisir Brebes.

Namun, pekerjaan rumah pemerintah tidak berhenti setelah proyek fisik selesai. Fasilitas TPI harus berfungsi, pasokan es harus tersedia, tempat penyimpanan harus dimanfaatkan, dan aktivitas pelelangan perlu berjalan dengan baik.

Sebab, bagi nelayan, kawasan yang bersih memang penting. Tetapi pembangunan baru benar-benar berarti apabila hasil tangkapan lebih terjaga, ikan terjual dengan harga lebih baik, dan pendapatan keluarga ikut meningkat.