BREBES – Pemkab Brebes bersama TNI dan Polri menggelar patroli skala besar pasca terjadinya aksi kerusuhan pada Sabtu 30 Agustus 2025 kemarin. Akibat kerusuhan yang diawali dengan aksi demonstrasi di Kantor DPRD Brebes ini, terjadi kerusakan di sejumlah titik.
Patroli gabungan dari Pemkab Brebes, Satpol PP, Tim Damkar, Dinas Perhubungan, BPBD, Kodim 0713/Brebes, Polres Brebes dan PMI ini diawali dengan apel kesiagaan di halaman Kantor Pemerintahan Terpadu (KPT) Brebes. Patroli skala besar ini dipimpin langsung Bupati Brebes, Paramitha Widya Kusuma.
Komandan Kodim 0713/Brebes, Letkol Inf Sapto Broto mengatakan, tim gabungan agar tetap solid untuk bersama sama melaksanakan patroli skala besar. Patroli dilakukan di titik-titik krusial, seperti pusat perekonomian dan perkantoran.
“Patroli dilakukan tempat-tempat urgen, tempat kelangsungan kehidupan ekonomi seperti pasar, kantor pemerintahan dan sebagainya,” kata Dandim dalam sambutannya.
Dandim berharap, patroli ini bisa memberikan kenyamanan bagi masyarakat dan untuk mengantisipasi terjadinya aksi serupa. Pihaknya juga akan mengajak para kepala desa dan organisasi-organisasi lain untuk membuat Kabupaten Brebes lebih damai.
“Harapannya supaya kita memberikan keterangan kepada masyarakat. Tidak hanya cukup di sini, kita akan tindak lanjuti kaitannya besok pengamanan,” ungkap Dandim.
Sementara itu, Kapolres Brebes, AKBP Lilik Ardhiyansyah mengatakan, patroli ini untuk menunjukkan kepada masyarakat Brebes bahwa Forkopimda kompak dalam menjaga kondusifitas.
“Kita tunjukkan bahwa yang berseragam kompak. Kita semua tidak mau Brebes carut marut, tidak aman. Makanya kita tunjukkan kepada masyarakat bahwa kita menjamin Brebes aman dan kondusif,” ungkapnya.
Dia melanjutkan, semua tidak menghendaki adanya kerusuhan dan hal hal yang mengganggu ketertiban umum. Menurut dia, aksi massa sudah terbaca jelas bukan melakukan demonstrasi, melainkan kerusuhan.
“Karena sudah jelas, kalau demo kenapa tidak ada aspirasi. Masyarakat sudah bisa menilai. Mari kita tunjukkan bahwa Brebes aman dan kondusif,” tandasnya.
Pasca Kerusuhan Aksi Massa, Tim Gabungan Gelar Patroli Skala Besar di Titik Krusial Brebes

Baca Juga
Rekomendasi untuk kamu

Bareskrim mengungkap dugaan penyadapan ilegal terhadap Presiden Prabowo dan sejumlah tokoh sejak 2025. Tiga jenderal Polri menjadi tersangka setelah sistem LIMS diduga disalahgunakan.

BREBES – Perbaikan Jembatan Sitanggal di Kecamatan Larangan, Kabupaten Brebes, ditargetkan rampung sebelum perayaan Natal…

Bareskrim mengungkap dugaan penyadapan ilegal terhadap nomor Presiden Prabowo sejak 2025. Rekaman diduga dihapus pada Oktober 2026 sebelum tiga orang ditetapkan sebagai tersangka.

Mantan Kapolri Listyo Sigit Prabowo ditetapkan sebagai tersangka kasus penyadapan ilegal. Bareskrim mengungkap dugaan penyadapan pejabat negara dan menyita 11 HP serta 42 flashdisk.

Menko PM Muhaimin Iskandar meminta Brebes mendapat perhatian khusus karena menjadi kabupaten dengan tingkat kemiskinan tertinggi di Jawa Tengah. Gubernur, bupati, BUMN, dan pesantren diminta bergerak cepat.







