BREBES – Dalam rangka menumbuhkan kesadaran tertib berlalu lintas sejak usia dini, Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Brebes menggelar kegiatan edukasi bertajuk “Polantas Menyapa Anak TK” di Taman Kanak-Kanak (TK) Pertiwi, Kecamatan Brebes.
Kegiatan yang diikuti puluhan siswa TK tersebut berlangsung penuh keceriaan. Para personel Polantas mengenalkan rambu-rambu lalu lintas, cara menyeberang jalan dengan aman, serta pentingnya memakai helm ketika berkendara bersama orang tua.
Kasat Lantas Polres Brebes, AKP Ahmad Zaenurrozaq mengatakan, kegiatan ini merupakan bagian dari program Polisi Menyapa yang bertujuan menanamkan disiplin dan keselamatan berlalu lintas sejak usia dini.
“Kami ingin anak-anak mengenal polisi bukan sebagai sosok yang menakutkan, tapi sebagai sahabat yang mengajarkan keselamatan dan kebaikan,” ujar Kasatlantas, Sabtu (1/11/2025).
Anak-anak tampak antusias saat diajak bermain sambil belajar, seperti kuis mengenal rambu lalu lintas dan permainan simulasi menyeberang jalan di zebra cross.
Di akhir acara, para siswa juga berfoto bersama anggota Polantas dan mendapat hadiah kecil serta stiker keselamatan.
Kegiatan edukasi semacam ini diharapkan dapat terus dilakukan secara berkelanjutan di sekolah-sekolah lain di wilayah Kabupaten Brebes, sebagai upaya membangun budaya tertib berlalu lintas sejak dini demi mewujudkan Zero Accident di masa depan.
Budayakan Tertib Berlalulintas Sejak Dini, Polantas Brebes Menyapa Pelajar TK

Rekomendasi untuk kamu

BREBES – Pemerintah Kabupaten Brebes memperketat pengawasan terhadap kepala sekolah negeri. Sebanyak 40 kepala sekolah…

Puluhan wali murid SDN Brebes 01 kompak mengenakan baju hitam saat mendatangi Dindikpora Brebes. Mereka mempersoalkan lokasi relokasi sekolah yang disiapkan untuk perluasan RSUD Brebes.

BREBES – Perbaikan Jembatan Sitanggal di Kecamatan Larangan, Kabupaten Brebes, ditargetkan rampung sebelum perayaan Natal…

Menko PM Muhaimin Iskandar meminta Brebes mendapat perhatian khusus karena menjadi kabupaten dengan tingkat kemiskinan tertinggi di Jawa Tengah. Gubernur, bupati, BUMN, dan pesantren diminta bergerak cepat.








