Mereka menginginkan adanya keterbukaan informasi sekaligus jaminan bahwa lokasi baru mampu menunjang kegiatan belajar mengajar secara layak.
RSUD Minta Polemik Tidak Menghambat Revitalisasi
Menanggapi penolakan tersebut, Azmi menilai persoalan relokasi perlu diselesaikan melalui komunikasi yang terbuka antara pemerintah daerah, pihak rumah sakit, dan masyarakat.
Menurutnya, program revitalisasi merupakan kesempatan untuk meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan masyarakat. Namun, ia mengakui sosialisasi mengenai rencana tersebut perlu diperluas agar tidak menimbulkan kesalahpahaman.
“Ini memang perlu kesepahaman. Mungkin ada informasi atau poin yang belum tersampaikan secara utuh. Ke depan, perlu dijelaskan lebih luas dengan melibatkan para pemangku kepentingan agar masyarakat memahami tujuan program ini,” ujarnya.
Azmi berharap polemik tersebut tidak menghambat rencana peningkatan pelayanan kesehatan. Meski begitu, kepentingan pendidikan juga harus tetap menjadi pertimbangan dalam menentukan kebijakan.
Ia menegaskan, rencana revitalisasi dan penataan lahan masih berupa usulan yang membutuhkan kajian lebih lanjut. Penentuan lokasi, pemindahan sekolah dan kantor dinas, hingga realisasi pembangunan belum menjadi keputusan final.
“Harapannya, ini bisa segera direalisasikan karena kesempatan program dari pemerintah pusat tentu sangat disayangkan jika tidak dimanfaatkan. Namun, yang terpenting tetap mencari solusi terbaik bagi masyarakat Brebes,” katanya.













