CREA Catat Asap Karhutla Renggut 3.560 Nyawa, Kalimantan Paling Parah

Asap kebakaran hutan dan lahan menyelimuti kawasan permukiman di Kalimantan, menyebabkan kualitas udara memburuk dan mengancam kesehatan warga.
Anak kecil melakukan protes soal kawasan yang diselimuti kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan. CREA memperkirakan polusi terkait karhutla berkontribusi terhadap 3.560 kematian di Indonesia pada September 2026. (Foto: Istimewa)

Ia menegaskan, polusi udara tidak semestinya hanya dipandang sebagai persoalan lingkungan. Ancaman tersebut sudah menjadi masalah kesehatan publik yang membutuhkan langkah pencegahan dan pengendalian sumber pencemaran secara serius.

Penanganan Karhutla Tidak Cukup dengan Pemadaman

Besarnya dampak kesehatan akibat karhutla memperlihatkan bahwa penanganan kebakaran tidak bisa terus bertumpu pada pemadaman setelah api meluas.

CREA merekomendasikan pemerintah memperketat pemulihan dan perlindungan lahan gambut, sekaligus memperkuat penegakan hukum terhadap pihak-pihak yang membuka lahan secara ilegal.

Upaya pencegahan dinilai harus menjadi prioritas agar kebakaran tidak terus berulang dan masyarakat tidak kembali menjadi korban paparan asap beracun.

Sementara itu, untuk mengatasi polusi perkotaan, khususnya di Jawa, pemerintah didorong memperketat standar emisi bagi sektor industri, transportasi, dan pembangkit listrik.

Proyeksi ribuan kematian dan puluhan juta penduduk yang terpapar udara buruk menjadi peringatan serius bahwa krisis polusi udara tidak bisa dianggap sebagai dampak musiman semata.

Tanpa pengendalian sumber pencemaran dan penegakan hukum yang konsisten, masyarakat akan terus menanggung risiko kesehatan dari kebakaran hutan dan lahan yang berulang.