Ikan Hasil Melaut Tak Selalu Untung, Ini 3 Masalah yang Membelit Nelayan Brebes

Aktivitas nelayan membongkar atau melelang hasil tangkapan di TPI.
Nelayan Brebes berharap sistem pemasaran dan pelelangan mampu memberikan harga jual yang lebih menguntungkan. (Foto: Dok Pemkab Brebes)

Penelitian berjudul Analisis Usaha dan Kesejahteraan Nelayan Perikanan Tangkap Teri di TPI Krakahan, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah dilakukan oleh Benny Osta Nababan, Yesi Dewita Sari, dan Septa Riadi.

Penelitian tersebut menggunakan data lapangan selama Februari hingga April 2024.

Hasilnya menunjukkan pendapatan seorang anak buah kapal (ABK) nelayan ikan teri di TPI Krakahan rata-rata mencapai Rp19,01 juta per tahun atau sekitar Rp1,58 juta per bulan.

Angka tersebut hanya sekitar 75,30 persen dari Upah Minimum Kabupaten (UMK) Brebes 2024 yang sebesar Rp2.103.100.

Artinya, pendapatan ABK dalam penelitian tersebut masih berada di bawah standar UMK Brebes 2024.

Kondisi berbeda dialami pemilik kapal. Penelitian yang sama mencatat pendapatan pemilik kapal sekitar Rp36,76 juta per tahun atau Rp3,06 juta per bulan.

Temuan ini memperlihatkan adanya perbedaan kondisi ekonomi antara pemilik kapal dan pekerja yang ikut melaut.

Meski usaha penangkapan ikan teri di lokasi penelitian dinilai masih layak secara ekonomi, pendapatan yang diterima ABK belum mencerminkan kesejahteraan yang memadai.

Data tersebut merupakan hasil penelitian khusus nelayan ikan teri di TPI Krakahan, sehingga tidak serta-merta menggambarkan pendapatan seluruh nelayan Brebes.

Nilai Tukar Nelayan Brebes Ikut Menurun

Gambaran tantangan kesejahteraan juga terlihat dalam dokumen Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Brebes 2025–2029.

Nilai Tukar Nelayan (NTN) Brebes tercatat mengalami penurunan dalam beberapa tahun terakhir.

Pada 2022, NTN berada di angka 118,65. Angka tersebut turun menjadi 114,58 pada 2023 dan kembali melemah menjadi 112,51 pada 2024.

NTN merupakan indikator untuk melihat perbandingan antara indeks harga yang diterima nelayan dengan indeks harga yang dibayarkan, baik untuk kebutuhan usaha maupun rumah tangga.