Ikan Hasil Melaut Tak Selalu Untung, Ini 3 Masalah yang Membelit Nelayan Brebes

Aktivitas nelayan membongkar atau melelang hasil tangkapan di TPI.
Nelayan Brebes berharap sistem pemasaran dan pelelangan mampu memberikan harga jual yang lebih menguntungkan. (Foto: Dok Pemkab Brebes)

Karena itu, pembangunan pabrik es, fasilitas pendingin, dan sarana penyimpanan bukan sekadar pelengkap kawasan perikanan. Infrastruktur tersebut berkaitan langsung dengan kemampuan nelayan mempertahankan kualitas komoditas sebelum dipasarkan.

2. Sistem Pelelangan dan Pembayaran Masih Menjadi Sorotan

Persoalan berikutnya adalah mekanisme perdagangan hasil tangkapan.

Nelayan membutuhkan sistem pelelangan yang transparan, kompetitif, dan memberikan kepastian pembayaran. Tanpa mekanisme yang baik, hasil kerja keras selama melaut belum tentu langsung memberikan kepastian pendapatan.

Dalam monitoring di Krakahan dan Pengaradan, Komisi 2 DPRD Brebes juga menemukan persoalan pembayaran hasil tangkapan di tempat pelelangan ikan (TPI).

Menurut Tobidin, terdapat nelayan yang harus menunggu pembayaran selama beberapa hari, bahkan hingga satu minggu.

Kondisi tersebut tentu menjadi persoalan bagi nelayan yang membutuhkan perputaran uang untuk membiayai kebutuhan rumah tangga maupun persiapan melaut berikutnya.

Di sisi lain, nelayan Desa Pengaradan, Tasmin, meminta agar fasilitas kongsi atau tempat pelelangan ikan yang selama ini tidak beroperasi kembali difungsikan.

“Kalau bisa, masalah kongsi itu difungsikan kembali. Selama ini sudah tidak berjalan dan tidak ada pemasukan dari kegiatan lelang,” ujarnya.

Aspirasi tersebut memperlihatkan bahwa keberadaan bangunan fisik saja belum cukup. Fasilitas pelelangan harus benar-benar beroperasi dan mampu mendukung transaksi hasil tangkapan.

3. Pendapatan Nelayan ABK Masih di Bawah UMK

Persoalan kesejahteraan nelayan juga tergambar dalam penelitian ilmiah yang diterbitkan Jurnal Penyuluhan Perikanan dan Kelautan pada 2025.