498 Warga Batang Diduga Keracunan MBG, CCTV Ungkap Pengolahan MBG Dimulai Terlalu Dini

Bupati Batang dan BGN memeriksa dapur SPPG Bela Batang Sejahtera di Kecamatan Bawang
Bupati Batang M. Faiz Kurniawan bersama perwakilan BGN meninjau dapur SPPG Bela Batang Sejahtera di Kecamatan Bawang setelah ratusan warga diduga mengalami keracunan usai mengonsumsi makanan MBG. (Foto: Dok Pemkab Batang)

Kondisi tersebut diduga berkaitan dengan makanan MBG yang dibawa pulang oleh penerima manfaat dan kemudian dikonsumsi anggota keluarga lain yang bukan penerima program.

Karena itu, BGN masih mendalami bagaimana makanan tersebut didistribusikan dan dikonsumsi hingga menimbulkan keluhan pada warga di luar kelompok penerima manfaat.

Sampel Makanan Diperiksa di Laboratorium
Untuk mengetahui penyebab pasti kejadian, tim kesehatan telah mengambil sampel makanan untuk dilakukan pemeriksaan laboratorium. Hasil uji laboratorium nantinya menjadi salah satu dasar penting dalam menentukan penyebab dugaan keracunan serta langkah selanjutnya terhadap SPPG Bela Batang Sejahtera.

Sementara proses investigasi berlangsung, operasional SPPG Bela Batang Sejahtera telah dihentikan sementara selama 30 hari. BGN menyebut penghentian tersebut masuk kategori suspend berat karena jumlah korban yang terdampak cukup banyak.

Nasib dapur MBG tersebut belum sepenuhnya diputuskan. Hasil evaluasi dapat menentukan apakah SPPG kembali beroperasi setelah masa penghentian atau justru dikenai penghentian permanen apabila ditemukan pelanggaran yang memenuhi ketentuan.

Pemkab Batang bersama BGN kini melakukan evaluasi menyeluruh, mulai dari kondisi bangunan, proses pengolahan, penerapan SOP, hingga distribusi makanan. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan program MBG tidak hanya berjalan dari sisi distribusi, tetapi juga memenuhi standar keamanan pangan sebelum makanan sampai ke tangan penerima manfaat.