Dugaan Keracunan MBG di Purworejo, Yayasan Siap Beri Kompensasi kepada Korban

Mediasi dugaan keracunan MBG antara orang tua siswa dan pengelola SPPG Kaliboto 2 di Desa Guntur Purworejo
Mediasi dugaan keracunan MBG antara orang tua siswa, pengelola SPPG Kaliboto 2 dan pemerintah di Desa Guntur, Kecamatan Bener, Purworejo. (Foto: Istimewa)

Pemerintah Kecamatan Bener juga meminta masyarakat yang masih mengalami keluhan kesehatan segera mendapatkan pemeriksaan medis. “Pendataan terhadap korban terus dilakukan. Bagi warga yang masih mengalami keluhan kesehatan, kami meminta segera mendapatkan penanganan medis,” kata perwakilan pemerintah kecamatan.

Warga yang telah menjalani pengobatan secara mandiri juga diminta menyerahkan data dan bukti pengobatan untuk ditindaklanjuti.

Hasil Laboratorium Masih Ditunggu
Hingga mediasi berlangsung, penyebab pasti dugaan keracunan belum diketahui. Hasil pemeriksaan laboratorium terhadap sampel makanan masih dalam proses. Hasil tersebut diperkirakan membutuhkan waktu sekitar satu minggu.

Karena itu, para pihak sepakat tidak mengambil kesimpulan mengenai penyebab kejadian sebelum hasil pemeriksaan resmi keluar. Selain penutupan sementara SPPG Kaliboto 2 selama satu bulan, hasil mediasi juga menyepakati dilakukannya skrining kesehatan terhadap siswa di sekolah-sekolah yang berada di Desa Guntur.

Untuk sementara, masyarakat Dusun Kalipancer juga mengusulkan agar penyelenggaraan MBG di wilayah tersebut dikelola secara mandiri. Seluruh proses mediasi berlangsung secara kekeluargaan dan kondusif.

Pemerintah bersama instansi terkait selanjutnya akan melakukan monitoring dan evaluasi terhadap SPPG Kaliboto 2. Evaluasi mencakup kualitas makanan, higienitas dapur, keamanan pangan serta tata kelola penyelenggaraan MBG.

Para pihak sepakat mengedepankan penanganan kesehatan dan pemulihan anak-anak terdampak sembari menunggu hasil pemeriksaan laboratorium mengenai dugaan keracunan tersebut.